Wednesday, January 14, 2009

about 'her',,

Dia seorang wanita maya.
Di dunia fana.
Wanita yang masih muda.
Selalu dengan tawa yang renyah dan wajah ceria.

Bertubuh langsing dan berparas manis .
Di setiap kesempatan selalu berpenampilan modis.
Sangat menikmati tidur ketika gerimis.
Bingung ketika sudah tiba di rumah dalam kondisi rokok habis.

Ia suka melihat pemandangan, baik pemandangan dalam rupa alam maupun lelaki yang menarik.
Penggila akan barang-barang etnik dan unik.
Semua barang di dalam kamarnya selalu tertata dengan apik.
Tak bisa berbicara pelan bahkan berbisik.

Ada yang ingin tahu lebih lanjut mengenai sosok 'dia' ini?
Bayangkanlah ilustrasinya dan pandangilah 'dia' dalam benak mu,,,
Lalu kau kan temukan 'dia' di dalamnya,
karena dia selalu ada untuk orang yang membutuhkannya..

Aku hanya berusaha menuliskan cerita-ceritanya..

A sickness of 'her',,

Semua lelaki yang hilir mudik di hidupnya adalah sekedar intermezo, kamuflase akan segala rasa sedih dan kecewanya. Ia mengisi kehampaannya dengan mempersilahkan mereka memberi warna akan dirinya. Kesemuanya menyumbangkan warna berbeda dalam hidupnya, namun tetap saja warna itu tak menyala terang. Ia tetap tak mampu untuk memalingkan sedikit hatinya dari sang kekasih sebenarnya. Hal yang selalu berulang, datang dan pergi, dan ia sangat menyadari akan hal tersebut. Kekasihnya sangat pintar memainkan perannya, ketika pergi dan seakan menghilang, ia akan kembali seolah memberikan kebahagiaan dan harapan, tetapi akan lenyap kemudiannya.
Tak ada lagi cerita tentang satu sama lain, yang ada sekarang hanya berupa 'laporan' kepergian ke suatu tempat. Sehingga ia tak lagi mengenal sosok kekasihnya itu.

Ia hanya berpura-pura tenang ketika jantungnya berdegup kencang menahan kecewa.
Ia mencoba berlapang dada ketika rasa cemas dan tanya menghujani pikirannya.
Ia tetap tertawa dengan renyahnya walaupun sedikit hatinya merasa kosong.


Akankah ia sekarang mati rasa...?


Hubungan, komunikasi, dan bahkan mungkin status yang hanya sekedar fomalitas belaka...?

a day without,,,,,

Malam menunjukkan pukul 01.42 dini hari, ia masih tidak dapat menutup matanya. Ia baru selesai menonton tayangan film di salah satu TV swasta yang berjudul "Virgin". Ia pikir tak ada salahnya menonton film Indonesia yang belum pernah ia tonton sebelumnya, bahkan untuk membaca resensi filmnya saat awal tayang pun ia enggan. Film itu bermaksud ingin menceritakan dan mengugkap masalah virginitas di kalangan remaja (SMU), tetapi selain itu ada hal lain yang ia tangkap. Persahabatan tiga orang wanita yang masih duduk di bangku SMU, masing-masing terlibat dalam permasalahan yang berat untuk dihadapi di usia mereka saat itu. Konflik pastinya selalu ada di dalam hubungan mereka tetapi mereka selalu kembali bersama ketika salah satu dari mereka sedang ada masalah..

Ia rindu pada sahabatnya, seorang wanita kurus yang sudah lima tahun lebih ia kenal. Dengan duduk bersila di atas kasur ia menyulut sebatang rokok mentholnya, termenung melihat layar TV tanpa menyimak acara yang ditayangkan. Ia merasa sedikit kehilangan sahabatnya, beberapa minggu belakangan ini, wanita kurus itu disibukkan oleh rutinitas kerja. Ya,,sahabatnya sudah mendapatkan pekerjaan tanpa menyelesaikan pendidikan S1 yang ia tinggalkan karena jenuh.

Sahabatnya selalu ada di setiap harinya, inbox di ponsel hitam mungilnya selalu dipenuhi oleh nama 'Thabiythahh,,,'. Sebenarnya, itu bukan nama asli sahabatnya, tapi sahabatnya selalu memohon dengan muka memelas untuk dipanggil dengan nama itu, agar terlihat lebih cantik dan lucu. Tentunya ia menolak dengan amat sangat akan permintaan tersebut, sangat tak masuk akal pikirnya.

Memudar pula aktivitas makan siang dan malam bersama hampir tiap harinya, sudah jarang ia mendengar rengekan yang tak jelas serta ocehan beruntun dari sahabatnya ketika ia mengendarai motor. Selalu ada saat kapan pun, terutama ketika ia menuliskan kalimat 'i need u siz' dalam smsnya. Sahabatnya selalu bisa mengerti, menerima, dan memahami dirinya secara positif dan dewasa. Mereka selalu bercerita tentang satu sama lain, jutaan topik selalu menjadi bahan pembicaraan mereka, dan jutaan hal pula yang mereka lalui.

Mereka saling mendukung, apapun yang terjadi, layaknya saudara kandung, mereka selalu ada bersama. She is Dorothea Diba.
Ia coba pejamkan mata setelah mematikan rokoknya, mencoba untuk tidur dan menghadapi hari yang baru tetapi tanpa.. Like yesterday, a day without...