Malam menunjukkan pukul 01.42 dini hari, ia masih tidak dapat menutup matanya. Ia baru selesai menonton tayangan film di salah satu TV swasta yang berjudul "Virgin". Ia pikir tak ada salahnya menonton film Indonesia yang belum pernah ia tonton sebelumnya, bahkan untuk membaca resensi filmnya saat awal tayang pun ia enggan. Film itu bermaksud ingin menceritakan dan mengugkap masalah virginitas di kalangan remaja (SMU), tetapi selain itu ada hal lain yang ia tangkap. Persahabatan tiga orang wanita yang masih duduk di bangku SMU, masing-masing terlibat dalam permasalahan yang berat untuk dihadapi di usia mereka saat itu. Konflik pastinya selalu ada di dalam hubungan mereka tetapi mereka selalu kembali bersama ketika salah satu dari mereka sedang ada masalah..
Ia rindu pada sahabatnya, seorang wanita kurus yang sudah lima tahun lebih ia kenal. Dengan duduk bersila di atas kasur ia menyulut sebatang rokok mentholnya, termenung melihat layar TV tanpa menyimak acara yang ditayangkan. Ia merasa sedikit kehilangan sahabatnya, beberapa minggu belakangan ini, wanita kurus itu disibukkan oleh rutinitas kerja. Ya,,sahabatnya sudah mendapatkan pekerjaan tanpa menyelesaikan pendidikan S1 yang ia tinggalkan karena jenuh.
Sahabatnya selalu ada di setiap harinya, inbox di ponsel hitam mungilnya selalu dipenuhi oleh nama 'Thabiythahh,,,'. Sebenarnya, itu bukan nama asli sahabatnya, tapi sahabatnya selalu memohon dengan muka memelas untuk dipanggil dengan nama itu, agar terlihat lebih cantik dan lucu. Tentunya ia menolak dengan amat sangat akan permintaan tersebut, sangat tak masuk akal pikirnya.
Memudar pula aktivitas makan siang dan malam bersama hampir tiap harinya, sudah jarang ia mendengar rengekan yang tak jelas serta ocehan beruntun dari sahabatnya ketika ia mengendarai motor. Selalu ada saat kapan pun, terutama ketika ia menuliskan kalimat 'i need u siz' dalam smsnya. Sahabatnya selalu bisa mengerti, menerima, dan memahami dirinya secara positif dan dewasa. Mereka selalu bercerita tentang satu sama lain, jutaan topik selalu menjadi bahan pembicaraan mereka, dan jutaan hal pula yang mereka lalui.
Mereka saling mendukung, apapun yang terjadi, layaknya saudara kandung, mereka selalu ada bersama. She is Dorothea Diba.
Ia coba pejamkan mata setelah mematikan rokoknya, mencoba untuk tidur dan menghadapi hari yang baru tetapi tanpa.. Like yesterday, a day without...
Ia rindu pada sahabatnya, seorang wanita kurus yang sudah lima tahun lebih ia kenal. Dengan duduk bersila di atas kasur ia menyulut sebatang rokok mentholnya, termenung melihat layar TV tanpa menyimak acara yang ditayangkan. Ia merasa sedikit kehilangan sahabatnya, beberapa minggu belakangan ini, wanita kurus itu disibukkan oleh rutinitas kerja. Ya,,sahabatnya sudah mendapatkan pekerjaan tanpa menyelesaikan pendidikan S1 yang ia tinggalkan karena jenuh.
Sahabatnya selalu ada di setiap harinya, inbox di ponsel hitam mungilnya selalu dipenuhi oleh nama 'Thabiythahh,,,'. Sebenarnya, itu bukan nama asli sahabatnya, tapi sahabatnya selalu memohon dengan muka memelas untuk dipanggil dengan nama itu, agar terlihat lebih cantik dan lucu. Tentunya ia menolak dengan amat sangat akan permintaan tersebut, sangat tak masuk akal pikirnya.
Memudar pula aktivitas makan siang dan malam bersama hampir tiap harinya, sudah jarang ia mendengar rengekan yang tak jelas serta ocehan beruntun dari sahabatnya ketika ia mengendarai motor. Selalu ada saat kapan pun, terutama ketika ia menuliskan kalimat 'i need u siz' dalam smsnya. Sahabatnya selalu bisa mengerti, menerima, dan memahami dirinya secara positif dan dewasa. Mereka selalu bercerita tentang satu sama lain, jutaan topik selalu menjadi bahan pembicaraan mereka, dan jutaan hal pula yang mereka lalui.
Mereka saling mendukung, apapun yang terjadi, layaknya saudara kandung, mereka selalu ada bersama. She is Dorothea Diba.
Ia coba pejamkan mata setelah mematikan rokoknya, mencoba untuk tidur dan menghadapi hari yang baru tetapi tanpa.. Like yesterday, a day without...
No comments:
Post a Comment