Wednesday, January 14, 2009

A sickness of 'her',,

Semua lelaki yang hilir mudik di hidupnya adalah sekedar intermezo, kamuflase akan segala rasa sedih dan kecewanya. Ia mengisi kehampaannya dengan mempersilahkan mereka memberi warna akan dirinya. Kesemuanya menyumbangkan warna berbeda dalam hidupnya, namun tetap saja warna itu tak menyala terang. Ia tetap tak mampu untuk memalingkan sedikit hatinya dari sang kekasih sebenarnya. Hal yang selalu berulang, datang dan pergi, dan ia sangat menyadari akan hal tersebut. Kekasihnya sangat pintar memainkan perannya, ketika pergi dan seakan menghilang, ia akan kembali seolah memberikan kebahagiaan dan harapan, tetapi akan lenyap kemudiannya.
Tak ada lagi cerita tentang satu sama lain, yang ada sekarang hanya berupa 'laporan' kepergian ke suatu tempat. Sehingga ia tak lagi mengenal sosok kekasihnya itu.

Ia hanya berpura-pura tenang ketika jantungnya berdegup kencang menahan kecewa.
Ia mencoba berlapang dada ketika rasa cemas dan tanya menghujani pikirannya.
Ia tetap tertawa dengan renyahnya walaupun sedikit hatinya merasa kosong.


Akankah ia sekarang mati rasa...?


Hubungan, komunikasi, dan bahkan mungkin status yang hanya sekedar fomalitas belaka...?

3 comments:

  1. tapi tak semua laki-laki seperti itu, kadang tawa adalah dusta dan keceriaan sebenarnya hanyalah tangis yang disembunyikan olehnya. keinginan untuk 'sesuatu' yang lain adalah kebahagian sesungguhnya.

    hidup bak coklat yang pekat dan nikmat. coklat itu murni sebelum manusia mengkombinasikan segala rasa didalamnya. coklat tak ada yang berwarna putih atau warna yang lain. karena coklat adalah coklat.

    salam
    Dian T Indrawan
    http://grayspotlook.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. ya..tak semua laki-laki seperti itu..
    laki-lai itu cuma dua, bajingan dan banci..maaf..
    ahahahaha..

    coklat tetaplah coklat, nama yang menggambarkan wujudnya..
    i loved chocolate..
    aku kira sudah jarang kutemukan coklat yang pekat dan nikmat..manusia sudah mengkombinasikannya..bermaksud untuk menambah rasa nikmat, tapi menjadi hilang orisinalitas rasanya..

    ReplyDelete
  3. tapi tak hanya pria yang seperti itu, aku lebih suka coklat daripada strawberry, karena coklat lebih meresap dihati karena strawberry hanya sebuah gambaran yang penuh dengan tipu.... strawberry adalah gambaran orang yang munafik dan naif...

    ReplyDelete